MICRA, atau Microfinance Innovation Center for Resources and Alternatives (Pusat Inovasi Keuangan Mikro serta Sumber dan Alternatif), merupakan salah satu yayasan di Indonesia yang berfokus pada pengembangan sektor keuangan mikro. Misi kami (MICRA) adalah untuk membangun kekuatan institusional dan jangkauan sektor keuangan mikro di Indonesia, dengan menyediakan secara menyeluruh standar prosedur terbaik berupa saran-saran teknis dan dukungan kepada seluruh pemegang saham industri, yang dilakukan secara berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan. Sebagai pusat dukungan independen, MICRA berkomitmen untuk mempromosikan inovasi, transparansi, dan peningkatkan jangkauan kepada kalangan masyarakat bawah serta terus meningkatkan kinerja dalam industri keuangan mikro.

MICRA didirikan oleh Mercy Corps di awal tahun 2006 dan mengistitusikan keberadaannya dalam  "Project Hubungan Commercial" yang bekerjasama dengan IFC PENSA. MICRA saat ini meliputi enam unit teknis: 1) Penilaian dan Penilaian; 2) Bantuan Teknis; 3) Jasa Keuangan; 4) Penelitian dan Inovasi; 5) Jaringan dan 6) MIS. Pada bulan Agustus 2006, MICRA membuka kantor cabang pertama di Banda Aceh, dimana telah berlangsung pemrograman untuk berbagai klien.

MICRA saat ini memiliki 35 staf, meliputi kantor pusat di Jakarta dan kantor cabang di Banda Aceh. Staf MICRA dibantu oleh tiga orang tenaga asing ahli keuangan-micro, bantuan dari Mercy Corps dan GTZ Aceh. Para tenaga asing memberikan masukan teknis untuk semua unit, juga dukungan di bidang perencanaan strategis, operasional, hubungan masyarakat dan keuangan.

 

MICRA terdiri dari 3 (tiga) unit bisnis, termasuk:

  • Departemen Bantuan Teknis MICRA yang meliputi para pelatih keuangan mikro terkemuka di Indonesia, pelatih kontrak dan juga konsultan yang memberikan keahlian tambahan, sesuai kebutuhan. Pelatih disertifikasi dalam berbagai pelatihan keuangan mikro yang diselenggarakan oleg CGAP, seperti layaknya materi training Perusahaan Citibank yang terdiri dari dua bahasa baik Indonesia dan Inggris. MICRA sendiri memiliki badan pelatihan internal dan materi konsultasi yang berdasarkan berdasarkan pada standar prosedur terbaik. Pelatih dan konsultan MICRA memiliki pengalaman praktis dalam mengelola berbagai lembaga keuangan mikro, dari yayasan hingga koperasi dan BPR. Mereka dipandu dalam pelatihan spesialis internasional dalam keuangan mikro oleh Mercy Corps, yang selama lebih dari 30 tahun telah membangun keahlian dalam bidang keuangan mikro internasional.
  • Departemen Penilaian dan Rating LKM MICRA yang secara khusus melakukan penilaian dan rating yang ditujukan bagi LKM, Donatur, dan Pemerintah. Layanan ini menyediakan evaluasi yang dilakukan secara independen dan verifikasi kinerja LKM yang berdasarkan standart prosedur keuangan mikro internasional dan asas-asas dasar bank komersil Indonesia.
  • Departemen Riset dan Inovasi MICRA yang berfungsi untuk menentukan sector-sektor keuangan mikro di Indonesia yang membutuhkan pengembangan dengan melakukan riset dan pengembangan serta mensosialisasikan inovasi dan materi terbaru dalam keuangan mikro. Departemen ini melakukan riset yang mengacu pada keuangan mikro di social dan market yang mengatas namakan LKM, Donatur, Pemerintah, dan Pihak lainnya. Hal lain yang dilakukan Departemen ini adalah meneliti dampak yang terjadi sehingga dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan dari berbagai produk dan strategi dan juga untuk menilai  tingkat kinerja social di masyarakat.

 

 

Selamat datang,

 

Sektor keuangan mikro di Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di dunia, dengan lebih dari 64,000 Lembaga Keuangan Mikro (LKM), beberapa di antaranya telah berada lebih dari 100 tahun. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat berpendapatan rendah di Indonesia masih belum mendapat akses terhadap layananan keuangan. Mayoritas LKM  memiliki karakeristik pertumbuhan yang lambat dan sistem yang tidak efisien dengan kendala utama dihadapi yaitu kurangnya akses untuk permodalan yang terjangkau. Sektor keuangan mikro di Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan jika didukung oleh sumber daya yang efektif dan efisien dan dapat tersedia di seluruh Indonesia.

 

MICRA telah mengerjakan bermacam-macam proyek bagi berbagai klien, seperti DI, HIVOS, Bank Dunia, ILO, Mercy Corps, FORD Foundation, BSR, Bank Indonesia, OJK, GTZ, Grameen Foundation, Intellecap, Rabobank Foundation, Mix Market, serta berbagai LKM, di antaranya BPR Inti Dana di Jakarta Moris Rasik di Timor Leste, CU Sawiran di Jawa Timur, KOMIDA dan sebagainya.

 

Kami hadir untuk melayani dan menjadi sumber inovasi bagi lebih dari jutaan masyarakat berpendapatan rendah di Indonesia.

 

Alfi Syahrin

Direktur Eksekutif MICRA

Berita Terbaru

Pendaftaran Kompetisi Citi Microentrepreneurship Awards Indonesia (CMA) 2016 Telah Dibuka!

berasal dari Citi Foundation yang berkantor pusat di New York, Amerika Serikat. Citi Foundation merupakan bagian dari Citigroup yang beroperasi di lebih dari 100 negara, dimana di Indonesia bernama Citi Indonesia (atau yang dikenal dengan Citibank, NA). CMA diluncurkan sejak 2005 dan diselenggarakan di 30 negara sebagai program unggulan Citi. lnisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan penlingnya kewirausahaan dan keuangan mikro dalam mendukung inklusi keuangan serta penguatan ekonomi individu berpenghasilan rendah.

TRAINING ON DEVELOPING POLICIES AND OPERATIONAL PLAN FOR LIVELIHOOD PROGRAM FOR PNDS LIVELIHOOD OFFICERS

Pada tanggal 10 s/d 15 Oktober 2016 yang lalu, MICRA INDONESIA mendapatkan kepercayaan untuk memberikan pelatihan kepada para Pimpinan dan Staf Programa Nasional Dezelvolvimentu Suku (PNDS) dari negara Republik Demokratik Timor Leste ( Timor Leste ). Selama 6 hari pelatihan yang dilangsungkan di kota hujan Bogor tersebut bertemakan TRAINING ON DEVELOPING POLICIES AND OPERATIONAL PLAN FOR LIVELIHOOD PROGRAM mengupas materi tentang Sustainable Livelihood (Livelihood Berkelanjutan).

PV Coordinator and Facilitator – Jakarta 2016

Proyek ini akan mempelajari praktik bisnis pada perusahaan ritel berukuran kecil (toko/ warung) di Jakarta dengan menggunakan metodologi uji coba terkontrol acak (RCT) dan memanfaatkan framings yang berbeda serta business role-models dalam pelaksanaan praktiknya. Partisipan pada kegiatan ini adalah 1,000 toko/ warung yang terletak di wilayah urban dan sub urban Jakarta.