Keuangan Mikro Di Indonesia

Sektor keuangan mikro di Indonesia adalah salah satu yang terbesar di dunia dengan lebih dari 50.000 lembaga keuangan mikro (LKM), beberapa yang ada lebih dari 100 tahun. Namun, hampir 40 juta orang berpenghasilan rendah di Indonesia masih kekurangan akses ke layanan keuangan dan lebih dari 70% hidup di bawah $ 1 per hari. Mayoritas LKM di Indonesia yang ditandai dengan pertumbuhan yang rendah dalam penjangkauan dan tidak efisien sistem, mengutip kurangnya akses terhadap modal terjangkau kendala utama mereka. Ada potensi besar untuk pertumbuhan di sektor jika input kunci dapat efektif diberikan pada skala luas di Indonesia.

Misi MICRA adalah membangun kekuatan institusional dan penjangkauan dari sektor keuangan mikro Indonesia, dengan menyediakan berbagai berkualitas tinggi, masukan teknis praktek terbaik dan dukungan kepada seluruh pemangku kepentingan industri, secara berkelanjutan dan demand-driven. Sebagai pusat dukungan independen, MICRA berkomitmen untuk mempromosikan inovasi, transparansi dan peningkatan jangkauan kepada kinerja yang buruk dan terus meningkatkan dalam industri keuangan mikro.

Academy for Microfinance Development in Asia or AMiDA

Academy for Microfinance Development in Asia or AMiDA Rolling back time to 2007, where we had this idea of making a comprehensive learning program that can be effectively delivered to microfinance practitioners in order to improve soft skills in managing their institutions, was considered as one big step for us to contribute in the development of the industry. Later then, we named the program as Academy for Microfinance Development in Asia or AMiDA. We consider AMiDA as one of many ways we do to support the development of microfinance industry particularly in Indonesia, and Asia. Held annually by MICRA, AMiDA attempts to bring intensive applied skill training for microfinance practitioners. Keeping its standard of quality, we only deliver valuable knowledge from competent experts who have proven their skill and dedication in microfinance industry. Attended cumulatively by more than 600 participants in 2014, AMiDA fulfill its target in capturing decision maker and operational level of MFIs and other institutions both from Indonesia and other countries. Now, it has been seven years since we are supporting the microfinance practitioners with a high quality training programs. We are entering the eighth year of AMiDA in 2016 and we are ready to deliver an even better scheme of training program. Every improvement made in the program is believed to bring a more supportive learning process to each participant.

Mengapa Kami

MICRA memiliki misi untuk membangun, memperkuat, dan menjangkau kondisis lembaga keuangan mikro yang ada di Indonesia dengan menyediakan secara menyeluruh standar prosedur terbaik, saran-saran teknis dan dukungan kepada seluruh pemegang saham industri, yang dilakukan secara berkelanjutan dan sesuai dengan kebutuhan

Recent Events

AMiDA 2016 and OJK International Seminar

MICRA bersama dengan OJK Pusat Pengembangan Keuangan Mikro dan Inklusi (OJK Proksi) telah berkerjasama untuk menyelenggarakan acara AMiDA yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan Maret 2016.

INTRODUCTION TO HERFINANCE

In 2014 MICRA was officially becoming the partner of BSR as the implementing partner for HERfinance program in Indonesia. HERfinance is a part of the global HERproject chains, which aims to empower low-income women workers in developing countries to contribute to economic growth and gender equality through workplace programs promoting health, economic empowerment, professional development, and women’s rights. Launched as pilot in India in 2012, HERfinance is now expanding to Indonesia, Brazil, and Mexico

Rumput Laut, harapan dan masa depan atasi Kemiskinan di Pesisir

Permintaan komoditas rumput laut di Indonesia semakin mencuri pasar internasional. Terbukti, saat ini ada tiga negara di Asia yang memborong rumput laut produksi dalam negeri, nilai kontraknya hingga US$58 juta atau senilai Rp782,71 miliar, ketiga importir terbesar di Asia tersebut adalah China, Malayasia, dan Singapura.