top of page

#BreakTheBias: Perempuan Berdaya pada UMKM Indonesia

31 Mar 2022
4 menit membaca

Diperbarui: 25 Apr 2022

Blog oleh Anis Nur Aini, MICRA Manager, Research and Technical Assistance

Pandemi Covid-19 telah melanda hampir tiga tahun, dan selama tiga tahun itulah pandemi secara nyata memberikan dampak signifikan pada kondisi sosial ekonomi Indonesia, tak terkecuali pada sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut laporan Badan Pusat Statistik, 69,02% UMKM mengalami kesulitan permodalan selama pandemi Covid-19. UMKM, sebagai penyumbang terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, yakni sebesar 61,07%, harus beradaptasi pada perubahan yang terjadi setelah pandemi Covid-19 melanda, tak terkecuali dengan para perempuan yang turut berkontribusi pada sektor UMKM. [1]


Tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional dimana seluruh dunia merayakan peringatan tersebut untuk memaknai dan memperjuangkan hak perempuan. Pada peringatan tahun 2022 ini, Hari Perempuan Internasional mengusung tema #BreakTheBias. Peringatan tersebut juga disampaikan secara khusus oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, dimana Presiden Joko Widodo menyebut perempuan sebagai penyelamat dan penuh daya saat dunia dilanda ketidakpastian khususnya saat dunia dan manusia dihentak bencana dan pandemi Covid-19 sejak tahun 2020.


Tidak dapat dipungkiri, bahwa perempuan memiliki peran dan memegang kendali penting menghadapi berbagai tantangan pada upaya pemulihan ekonomi selama dan pasca pandemi, khususnya pada sektor UMKM. Hal ini ditandai dengan besarnya persentase perempuan pada sektor UMKM. 64,5% UMKM didominasi oleh para pengusaha perempuan yang dapat diartikan bahwa perempuan berdaya dan memiliki peran signifikan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, 97% tenaga kerja di bidang UMKM juga didominasi oleh para perempuan. [2]


Berdasarkan penuturan Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, menyebutkan bahwa pengetahuan dan kapasitas perempuan untuk berpikir mengamankan dana untuk keluarga dan menginvestasikannya di bidang produktif sangat potensial dan nyata. Sehingga, perempuan tidak hanya memiliki potensi namun secara nyata mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.


McKinsey Global Institute juga melaporkan bahwa dengan memajukan kesetaraan perempuan akan meningkatkan PDB global sebanyak USD12 triliun.[3] Adanya potensi ini perlu didukung dengan berbagai upaya menutup kesenjangan gender yang selama ini terjadi. Perempuan seringkali disebut sebagai “kelas kedua” dimana perempuan dianggap sangat rentan dan tidak memperoleh hak yang sama dengan laki-laki, dimana kesenjangan ini yang menyebabkan perempuan sulit mengembangkan kapasitas dan potensi diri.


Tantangan

Beberapa kajian yang dilakukan oleh MICRA mengerucutkan tiga tantangan utama yang dihadapi oleh para perempuan, khususnya para pelaku usaha UMKM di Indonesia. Tiga tantangan tersebut adalah:


1. Rendahnya indeks literasi keuangan perempuan. Literasi keuangan menjadi hal utama yang perlu dikuasi dalam pengelolaan keuangan rumah tangga dan manajemen usaha. Berdasarkan survei literasi keuangan yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menyatakan bahwa perempuan memiliki indeks literasi keuangan yang lebih rendah dibanding laki-laki. Indeks literasi keuangan ini akan mempengaruhi strategi dan keputusan keuangan yang diambil yang secara langsung berpengaruh pada upaya tenaga kerja dan pengusaha perempuan di bidang UMKM untuk meningkatkan penghasilan dan mengembangkan usahanya. Pada grafik di bawah ini, terlihat peningkatan yang cukup signifikan terjadi pada indeks literasi keuangan pada perempuan. Pada tahun survei tahun 2016, indeks literasi keuangan perempuan berada pada level 25,50% dan meningkat menjadi 36,13% pada survei tahun 2019. Namun demikian indeks tersebut masih di bawah indeks literasi keuangan laki-laki yang mencapai level 39,94% pada tahun 2019.


Indeks Literasi Keuangan Berdasarkan Gender

Grafik 1. Indeks Literasi Keuangan Berdasarkan Gender[4]


2. Rendahnya akses dan literasi perempuan pada digitalisasi. Adanya pandemi Covid-19 mempercepat perubahan pada era digital yang mengharuskan seluruh elemen masyarakat untuk beradaptasi lebih cepat terhadap kemajuan teknologi dan informasi. Digitaliasasi pada dasarnya akan membantu pertumbuhan usaha semakin cepat, namun, berdasarkan data BPS tahun 2020, hanya 3,79 juta dari 59,2 juta UMKM yang telah memanfaatkan platform online untuk memasarkan usahanya, tak terkecuali bagi pengusaha perempuan. Head of Marketing Google Indonesia menyebutkan bahwa 53% perempuan tidak dapat menemukan apa yang dicari di internet. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh perempuan. Sehingga, adanya akses digital juga harus dibarengi dengan literasi digital sehingga pemanfaatan internet menjadi lebih optimal. Hal ini mempengaruhi kemampuan perempuan dalam menggunakan teknologi dan informasi untuk mendukung pertumbuhan usahanya.


3. Rendahnya akses perempuan pada layanan pembiayaan yang tersedia. Kesenjangan gender juga terlihat dari rendahnya akses perempuan pada layanan pembiayaan, termasuk lembaga keuangan. Hal ini tergambar dari perbedaan yang cukup signifikan antara laki-laki dan perempuan pada indeks inklusi keuangan. Inklusi keuangan adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Pada grafik di bawah ini, indeks inklusi keuangan perempuan berada pada 75,20%, 4% di bawah indeks inklusi keuangan laki-laki yang mencapai posisi 77,20%.

Indeks Inklusi Keuangan Berdasarkan Gender

Grafik 2. Indeks Inklusi Keuangan Berdasarkan Gender [5]


Upaya MICRA

Menjawab tantangan yang ada, MICRA mencoba berdaya guna dengan beberapa hal untuk mendukung kesetaraan gender di Indonesia. Salah satu upaya peningkatan kesetaraan gender yang dilakukan MICRA adalah melalui penyediaan program peningkatan kapasitas perempuan melalui kerjasama dengan pihak luar. Beberapa topik training yang telah dilakukan adalah peningkatan literasi keuangan perempuan, peningkatan income generating pada pelaku usaha perempuan, peningkatan jiwa kewirausahaan oleh para petani perempuan, serta peningkatan teknik berkomunikasi dan negosiasi sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas perempuan dalam menjalankan usaha. Pemilihan topik training ini didasarkan pada kondisi dan kebutuhan masing-masing calon peserta training.


Salah satu program training peningkatan kapasitas perempuan yang hingga saat ini masih berjalan adalah program HERFinance. Sejak tahun 2015, MICRA bekerjasama dengan BSR Hong Kong menyediakan training literasi keuangan kepada para pekerja pabrik. Hingga Maret 2022, MICRA telah melakukan training literasi keuangan kepada 17 pabrik dengan jumlah pekerja mencapai 19.015 pekerja. Beberapa topik yang diajarkan pada training tersebut adalah:

  • Memahami kebutuhan dan keuangan yang berbeda

  • Membuat anggaran rumah tangga

  • Membiasakan menabung

  • Meminjam uang dengan bijak

  • Membicarakan keuangan dengan keluarga

  • Mengenalkan produk dan layanan keuangan di sekitar peserta training.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh MICRA, terdapat perbedaan yang cukup signifikan yang terjadi kepada para peserta training saat sebelum dan setelah mengikuti training. Hasil training menunjukkan bahwa terjadi peningkatan persentase kebiasaan menabung pada peserta training dengan rata-rata peningkatan mencapai 37.5%. Hal ini juga didukung dengan peningkatan kepemilikan produk keuangan pada lembaga keuangan formal, dengan rata-rata peningkatan mencapai 28% dari sebelum training dan sesudah training.


Adanya dampak yang signifikan dari penyediaan training kepada perempuan meningkatkan semangat MICRA untuk mendukung #BreakTheBias dan kesetaraan gender pada perempuan. MICRA meyakini perempuan merupakan aset peting dalam perekonomian negeri dan jika didukung dengan program yang tepat, perempuan akan lebih berdaya dan dapat menjadi pilar masyarakat yang kuat.

Sumber: [1]https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/governmental-terus-perukur-umkm-via-vari-form-bantuan/ [2]https://www.kemenkeu.go.id/publikasi/berita/ini-contribution-perempuan-dalam-ekonomi-nasional/ [3]https://www.mckinsey.com/featured-insights/employment-and-growth/how-advancing-womens-equality-can-add-12-trillion-to-global-growth#:~:text=How%20advancing %20women's%20equality%20can%20add%20%2412%20trillion%20to%20global%20growth,-September%201%2C%202015&text=A%20McKinsey%20Global%20Institute%20report,gaps%20in%20work%20and%20society. [4]https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-activities/publikasi/Documents/Pages/Strategi-Nasional-Literasi-Keuangan-Indonesia-2021-2025/STRATEGI%20NASIONAL%20LITERASI%20KEUANGAN%20INDONESIA% 20%28SNLKI%29%202021%20-%202025.pdf [5]https://www.ojk.go.id/id/berita-dan-activities/publikasi/Documents/Pages/Strategi-Nasional-Literasi-Keuangan-Indonesia-2021-2025/STRATEGI%20NASIONAL%20LITERASI%20KEUANGAN%20INDONESIA% 20%28SNLKI%29%202021%20-%202025.pdf

136 Komentar


blogcommentsieuviet
6 hari yang lalu

ae888.com làm mình chú ý đến cách giao dịch được kiểm soát bằng nhiều lớp xác minh thay vì chỉ phụ thuộc vào tốc độ. Khi nạp, người dùng chọn ngân hàng, QR hoặc ví điện tử rồi thực hiện đối soát giao dịch; khi rút, tên tài khoản ngân hàng phải trùng với hồ sơ chính chủ và cần hoàn thành điều kiện doanh thu hợp lệ. Mình thấy chuỗi này cho thấy nền tảng ưu tiên việc kiểm tra trước khi hoàn tất thanh toán. Điều đó đặc biệt quan trọng với những khoản giao dịch có giá trị khác nhau giữa từng người dùng. Thay vì chỉ nhìn vào mốc vài phút xử lý, mình quan tâm hơn…

Suka

blogcommentsieuviet
6 hari yang lalu

ae888.com có một nguyên tắc tài khoản khá rõ khi mỗi cá nhân chỉ sử dụng một thông tin đăng nhập riêng. Mình thấy chi tiết này đáng chú ý vì nó liên quan trực tiếp đến cách hệ thống quản lý người dùng thay vì chỉ nằm ở khâu đăng ký. Khi tạo tài khoản, các trường tên đăng nhập, mật khẩu và số điện thoại được tách thành từng bước để hạn chế nhầm lẫn. Trong trường hợp quên mật khẩu, người dùng có thể xác thực lại số điện thoại hoặc liên hệ bộ phận hỗ trợ. Nhìn từ góc độ vận hành, một tài khoản đi kèm quy trình khôi phục cụ thể sẽ dễ kiểm soát…

Suka

link ae888 làm mình chú ý đến cách một sảnh casino giữ được sự rõ ràng khi có nhiều nội dung cùng xuất hiện. Thay vì chỉ nhìn tên trò, mình quan sát cách từng bàn được trình bày và nhận ra mỗi khu vực có một nhịp theo dõi khác nhau. DG Dream tập trung vào Roulette và Rồng Hổ, trong khi phần giao diện được giữ theo hướng tối giản. Nhìn thêm về hệ thống, AI còn được sử dụng để theo dõi hoạt động giao dịch theo thời gian thực. Mình thấy cách sắp xếp này khá dễ theo dõi vì phần game vẫn là trọng tâm, còn dữ liệu kỹ thuật không chiếm quá nhiều sự chú…

Suka

kuki
04 Okt

Mình bắt gặp khá tình cờ khi xem trang chủ LUCK8 một vài nội dung trên mạng nên mình vào tham khảo thử. Mình không xem kỹ từng phần mà chủ yếu lướt qua để hiểu cách website bố trí nội dung. Các khu vực được phân chia tương đối riêng, menu và những danh mục chính nằm ở vị trí dễ nhận biết nên không mất nhiều thời gian để nắm được bố cục chung. Khi kéo xuống những phần thông tin khác cũng được sắp xếp theo từng nhóm thay vì dồn tất cả vào một khu vực. Mình mới chỉ xem qua giao diện trong thời gian ngắn nên chưa có nhận xét về các chức năng cụ thể,…


Suka

mm 88 có một chi tiết nhỏ mình khá để ý ở phần bảo mật là việc SSL 128 Bit và WAF được nhắc cùng với xác thực 2FA. Mình xem đây như ba lớp thông tin khác nhau thay vì gom thành một nhận xét chung về bảo mật. SSL liên quan đến kết nối, WAF là lớp bảo vệ được nhắc đến ở hệ thống, còn 2FA xuất hiện ở khâu xác thực tài khoản. Cách phân chia này khiến mình dễ hình dung hơn về những khía cạnh mà website đang giới thiệu. Mình không xem các thông số này như bằng chứng để đánh giá tuyệt đối, nhưng thấy chúng là những chi tiết đáng ghi nhận…

Suka
bottom of page